TMMD 128 Hadir di Sawah, TNI dan Petani Berambai Makmur Perkuat Ketahanan Pangan

Kotawaringin Barat – Program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Reguler Ke-128 Kodim 1014/Pangkalanbun terus menunjukkan kontribusi nyata bagi masyarakat. Salah satunya melalui kegiatan ketahanan pangan yang digelar di lahan persawahan Desa Berambai Makmur, Kecamatan Pangkalan Banteng, Kabupaten Kotawaringin Barat, Kamis (23/4/2026).

Kegiatan yang dimulai pukul 08.00 WIB ini dipimpin langsung oleh Dandim 1014/Pbn Letkol Inf Makin S.Sos., M.I.P., serta dihadiri Kasdim 1014/Pbn, Danramil 1014-05/Pangkalan Banteng, Kabid PSP Ibu Noreti, Kabid Tanaman Pangan Bapak H. Iskandar, PPL Desa Berambai Makmur Ibu Luluk, Koordinator Kecamatan Banteng Bapak Frans Keli, Kepala Desa Berambai Makmur Bapak Warjoko, kelompok tani Sumber Rejeki dan Harapan Makmur, serta sekitar 50 orang petani setempat.
Dalam kegiatan tersebut, TNI bersama masyarakat melaksanakan penanaman padi secara bersama-sama sebagai bentuk dukungan terhadap ketahanan pangan nasional.

Selain itu, dilakukan pula monitoring pemanfaatan drone sprayer serta penyuluhan kepada petani terkait penggunaan teknologi tersebut guna meningkatkan efisiensi dan hasil pertanian.

Dandim 1014/Pbn Letkol Inf Makin S.Sos., M.I.P. menyampaikan bahwa kehadiran TMMD di sektor pertanian menjadi wujud kepedulian TNI terhadap kesejahteraan masyarakat. “Melalui TMMD ini, kami ingin hadir langsung di tengah masyarakat, termasuk di sektor pertanian. Kegiatan tanam padi bersama ini merupakan langkah nyata dalam memperkuat ketahanan pangan sekaligus mendorong petani agar lebih maju dengan pemanfaatan teknologi seperti drone sprayer,” ungkapnya.
Ia juga menegaskan bahwa sinergi antara TNI, pemerintah daerah, dan para petani menjadi kunci dalam meningkatkan produktivitas pertanian dan kesejahteraan masyarakat desa.

Kegiatan berlangsung dengan lancar dan penuh kebersamaan, serta selesai pada pukul 11.30 WIB. Diharapkan melalui program TMMD Reguler Ke-128 ini, manfaat yang dirasakan masyarakat tidak hanya pada pembangunan fisik, tetapi juga peningkatan kapasitas dan kemandirian di bidang pertanian.