Pulau Moa – Program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-128 yang diselenggarakan oleh Kodim 1511 di Desa Moain menghadapi sejumlah tantangan yang cukup signifikan. Hal ini diungkapkan oleh Dandim 1511 dalam sesi evaluasi yang dilaksanakan baru-baru ini.
Salah satu masalah utama yang dihadapi adalah kondisi cuaca yang sulit diprediksi. Hujan yang terjadi di luar periode kemarau mengakibatkan berbagai pekerjaan terhambat, terutama dalam proses pembangunan rumah yang masih membutuhkan atap.
Kondisi geografis Kabupaten Maluku Barat Daya, yang terdiri dari banyak pulau, juga menambah tingkat kesulitan dalam distribusi material serta pengiriman tenaga kerja. Kendala ini membuat implementasi program menjadi lebih rumit, tetapi bukan tanpa solusi.
Dandim menekankan pentingnya kerja sama antara TNI, pemerintah daerah, dan masyarakat untuk mencapai tujuan TMMD. “Tanpa kerjasama dan dukungan yang kuat dari semua pihak, pelaksanaan program ini tidak akan optimal,” tambahnya.
Selain fokus pada program utama, TMMD ke-128 juga mencakup kegiatan tambahan seperti pembangunan kandang jepit di lima desa, perbaikan fasilitas air ternak, serta penyelesaian pembangunan masjid yang terhenti selama hampir satu dekade, dan ditargetkan selesai sebelum Idul Adha.
Dengan adanya dukungan dana dari APBD dan pihak TNI Angkatan Darat, diharapkan TMMD ke-128 dapat memberikan kontribusi positif bagi masyarakat Pulau Moa dan memperkuat kerjasama antara TNI dan masyarakat dalam membangun daerah terpencil.