
PAMEKASAN – Progres pembangunan rumah layak huni untuk Bu Si’ah di Dusun Morsoksok, Desa Jarin, Kecamatan Pademawu, Kabupaten Pamekasan, menunjukkan kemajuan yang signifikan. Berkat program TMMD ke-130 yang dikelola oleh Kodim 0826/Pamekasan, hingga akhir pekan kemarin, pengerjaan rumah tersebut telah mencapai angka 45 persen.
Pencapaian ini merupakan hasil dari kerja sama yang erat antara anggota Satgas TMMD dan masyarakat setempat. Para prajurit TNI AD bekerja berdampingan dengan penduduk, saling bahu-membahu untuk menuntaskan fase pembangunan rumah dalam suasana yang akrab dan penuh keceriaan.
Suara alat-alat bangunan dan palu yang bergetar terus mengisi lokasi proyek. Namun, di sela-sela kesibukan tersebut, ada pula tawa dan canda yang menghidupkan suasana. Momen-momen ringan seperti ini memberikan semangat tambahan bagi semua yang terlibat dalam kegiatan ini.
Saat waktu istirahat, para prajurit dan penduduk lokal sering kali menyempatkan diri untuk menikmati secangkir kopi bersama. Momen sederhana ini mencerminkan kedekatan yang terjalin selama pelaksanaan program TMMD, terutama di Desa Jarin.
Dari sudut pandang Abdul, anak bungsu Bu Si’ah, rasa syukur atas bantuan pembangunan rumah sangat terasa. “Alhamdulillah, saya berterima kasih kepada Pak Komandan Kodim Pamekasan dan Pak Kepala Desa Jarin. Ibu saya kini mendapatkan bantuan rumah,” ungkap Abdul pada Minggu (25/10/2026).
Bantuan ini menjadi harapan baru untuk keluarga Bu Si’ah agar memiliki tempat tinggal yang lebih baik. Bagi mereka, keberadaan rumah ini sangat berarti karena berkaitan dengan kebutuhan dasar sebagai keluarga.
Program TMMD ke-130 yang dilaksanakan oleh Kodim 0826/Pamekasan menargetkan pembangunan rumah tidak layak huni sebagai salah satu wujud kepedulian terhadap masyarakat desa. Kegiatan ini menunjukkan esensi pentingnya kolaborasi antara TNI, pemerintah desa, dan warga dalam mewujudkan kesejahteraan bersama.
Dengan langkah pembangunan yang sudah mencapai 45 persen, pengerjaan rumah Bu Si’ah akan terus berlanjut. Diharapkan, Satgas TMMD bersama masyarakat dapat mempertahankan semangat kerjasama hingga seluruh proses pembangunan tuntas.
Kegiatan ini tidak hanya berfokus pada menciptakan bangunan yang lebih baik, tetapi juga memperkuat rasa persatuan dalam komunitas. Penduduk setempat bukan hanya menerima manfaat, tetapi juga berkontribusi pada semangat gotong royong yang mendasari setiap langkah pembangunan.
Kehadiran anggota TNI di tengah masyarakat melalui program TMMD memberikan kesempatan untuk membangun hubungan yang lebih akrab. Interaksi selama bekerja, berbagi kisah saat istirahat, hingga menyeduh kopi bersama, merupakan gambaran konkret dari kemanunggalan antara TNI dan rakyat.
Proses pembangunan rumah Bu Si’ah adalah contoh nyata bahwa keberhasilan TMMD tidak hanya diukur dari sejauh mana fisik pembangunan telah mencapai. Rasa kepedulian, kebersamaan, dan harapan yang tumbuh dalam masyarakat juga merupakan bagian integral dari pengabdian yang dilakukan.
