BOJONEGORO, – Suara mesin pengaduk semen serta bunyi dentuman material logam di Dusun Mundu, Desa Kesongo, Kecamatan Kedungadem, Kabupaten Bojonegoro, membawa suasana yang tidak terlalu gersang. Di tengah debu yang dihasilkan dari proyek pembangunan jalan cor beton dalam program TMMD ke-129 tahun 2026, tawa hangat serta aroma kopi yang baru diseduh mulai terasa menyenangkan.
Program ini lebih dari sekedar sekumpulan kegiatan pembangunan infrastruktur, tetapi merupakan representasi dari semangat gotong royong dan kebersamaan yang kini jarang ditemukan dalam kehidupan modern. TMMD ke-129 saat ini berhasil memfasilitasi keterikatan yang lahir dari keikhlasan hati warga, menghadirkan kembali nilai-nilai kemanunggalan di tengah aktivitas pembangunan yang berlangsung.
Setiap harinya, lokasi proyek bukan hanya dijadikan tempat pekerjaan, tetapi juga berfungsi sebagai wadah bagi warga setempat untuk saling berinteraksi. Tanpa perlu instruksi dari pihak manapun, warga Dusun Mundu dengan sukarela berdatangan, membawa beragam makanan dan minuman, dari kopi pekat hingga nasi hangat, untuk dinikmati bersama para anggota Satgas TMMD di tempat yang baru saja selesai mereka asfalt.
Kepala Dusun Mundu, Hariyono, dengan bangga melaporkan tentang antusiasme warga dalam memberi dukungan kepada proyek ini. Ia merasakan kebanggaan yang mendalam melihat warga berkontribusi dalam bentuk makanan dan minuman, sesuatu yang merupakan ungkapan rasa syukur atas pembangunan yang telah dimulai. “Setiap hari, ada saja warga yang datang membawa makanan. Ini menunjukkan betapa senangnya masyarakat dengan adanya TMMD,” ujar Hariyono, Rabu (29/7/2026). Bagi mereka, memberikan hidangan adalah bentuk rasa terima kasih kepada TNI yang telah berupaya keras untuk meningkatkan kesejahteraan komunitas mereka.
