Masyarakat Parumpanai Bersyukur atas Pasokan Air Bersih dari Tim Satgas

LUWU TIMUR – Warga Desa Parumpanai, Kabupaten Luwu Timur mengekspresikan rasa syukur dan bahagia saat tim dari Satgas TMMD ke-130 Kodim 1403/Palopo membawa air bersih, pada Minggu (25/10/2026).

Di beberapa daerah, akses air bersih mungkin dianggap sepele. Namun, bagi masyarakat Parumpanai, situasi kekeringan yang terjadi saat musim kemarau menjadikan pencarian air sebagai tantangan besar dalam kehidupan sehari-hari.

Sumur yang digali oleh warga hanya mencapai kedalaman 8 hingga 10 meter mengalami kekeringan parah. Untuk mendapatkan air, mereka terpaksa menempuh jarak lebih dari satu kilometer menuju sungai, dengan membawa ember ataupun jerigen di tangan.

Medan yang sulit, seperti tanjakan dan batuan, membuat perjalanan ini cukup berat, terutama bagi wanita, anak-anak, dan lansia. Ditambah lagi, air dari sungai sering kali keruh dan tidak aman untuk dikonsumsi.

Melihat kondisi tidak menguntungkan ini, Satgas TMMD ke-130 Kodim 1403/Palopo bertindak cepat dengan menyalurkan air bersih menggunakan mobil tanki.

Sejak pagi hingga sore, kendaraan tersebut bolak-balik mendistribusikan air ke tempat tinggal warga. Ada yang disalurkan secara kolektif melalui titik kumpul, sementara mereka yang membutuhkan segera dilayani dengan pengantaran langsung ke rumah.

Setiap harinya, target distribusi ditetapkan hingga mencapai 15.000 liter air bersih guna membantu lebih dari 150 kepala keluarga di Desa Parumpanai dan sekitarnya.

Ibu Siti Hajar (38), salah satu warga setempat, mengungkapkan rasa terima kasihnya setelah mendapatkan pasokan air bersih yang diantarkan langsung ke rumahnya.

“Saya sangat bersyukur, Bapak Tentara TMMD 130. Salah satu kolam kami tidak berfungsi selama dua tahun ketika kemarau. Saya harus berjalan sejauh satu kilometer ke sungai dengan ember di kepala, hingga tubuh terasa pegal,” tuturnya dengan rasa haru.

Ia juga menambahkan, kualitas air sungai yang keruh membuat keluarga sulit mendapatkan air bersih.

“Air dari sungai keruh, anak saya sering mengalami sakit perut setelah meminum. Kini air bersih telah dikirim hingga ke rumah, gratis, bersih dan jernih. Ember dan drum saya terisi penuh, anak saya bisa mandi sebelum berangkat sekolah,” ungkapnya.

Sementara itu, Bapak Jumaing (55), Kepala Dusun Parumpanai, mengatakan bahwa distribusi air bersih dari Satgas sangat membantu masyarakat.

“Warga kami sangat terbantu, Komandan. Dulu sering terjadi keributan hanya untuk berebutan air di sungai. Sekarang, dengan hadirnya water tank TMMD 130, semua berjalan rapi, antrean teratur, semua orang memperoleh air bersih,” ujarnya.

Dia juga mengapresiasi sifat para prajurit yang tidak hanya menyalurkan air, tetapi juga membantu para warga mengangkat ember dan jerigen.

“Prajuritnya ramah-ramah, sopan, dan membantu kami. Kami mendoakan agar TMMD 130 sukses dengan pembangunan infrastruktur yang ada, seperti rabat beton, bronjong, jembatan dan sumur bor. Air adalah simbol kehidupan, dan TMMD 130 sudah memberikan kehidupan baru bagi Parumpanai,” tambahnya.

Dansatgas TMMD ke-130 Kodim 1403/Palopo, Letkol Inf Windra Sukma Prihantoro, menjelaskan bahwa bantuan distribusi air ini akan berlanjut hingga pembangunan sumur bor sedalam 80 meter dan menara air yang mampu menampung 5.000 liter selesai.

“Kami menyiapkan 15.000 liter per hari untuk membantu kebutuhan mereka,” tegasnya.

Bantuan ini menjadi ilustrasi bahwa pelaksanaan TMMD tidak hanya ditekankan pada pembangunan fisik semata. Di tengah beragam proyek seperti talud, bronjong, jembatan, jalan rabat beton, serta RTLH, Satgas juga hadir untuk memenuhi kebutuhan dasar masyarakat.

Bagi warga Parumpanai, kehadiran water tank bukan sekadar aliran air. Namun, juga berarti harapan dan rasa lega, mengisyaratkan bahwa kesulitan akses air bersih tidak akan berkepanjangan.