Membangun Sinergi Melalui Kebersamaan: Peran Babinsa di TMMD 129 Bojonegoro

BOJONEGORO, – Pembangunan di pedesaan tidak hanya diukur dari beton yang kuat atau jalan yang mulus. Di balik suara mesin berat dan aktivitas fisik yang terlihat dalam program TMMD ke-129 di Desa Kesongo Kecamatan Kedungadem Kabupaten Bojonegoro, tersimpan interaksi hangat yang terjalin melalui komunikasi, kedekatan, dan rasa persatuan.

Pada hari Kamis, 6 Agustus 2026, saat waktu istirahat tiba, Bintara Pembina Desa (Babinsa) Kesongo, Serka Lasmidi, tidak memilih untuk beristirahat seorang diri. Sebaliknya, ia memanfaatkan kesempatan itu untuk berkumpul, berdiskusi, dan menyapa warga sekitar, mempererat tali silaturahmi.

Terasa nyaman di teras sederhana milik salah satu warga, serangkaian percakapan terjadi. Sambil menikmati obrolan ringan, Serka Lasmidi dengan cermat menyelipkan informasi tentang tujuan, program, serta pencapaian TMMD ke-129 yang kini tengah mereka jalankan.

Menurut pengamatan Serka Lasmidi, cara mendekati masyarakat yang bersifat persuasif dan penuh empati sangatlah penting. TMMD bukan hanya sekadar proyek konstruksi, tapi juga sarana untuk mendekatkan TNI dengan masyarakat, serta menghidupkan kembali semangat gotong royong yang merupakan inti dari budaya Indonesia. “Dengan gaya komunikasi yang akrab seperti ini, kami ingin masyarakat mengetahui bahwa TMMD hadir untuk mempercepat pembangunan dan meningkatkan kesejahteraan. Partisipasi masyarakat adalah salah satu kunci keberhasilan program ini,” tambahnya.

Pendekatan hangat yang dilakukan Babinsa ini mendapat tanggapan positif dari warga. Anggi, seorang penduduk setempat, menyatakan bahwa dia merasa dihargai dan senang ketika diajak berdiskusi langsung. “Kami jadi lebih mengerti tentang tujuan dan manfaat dari TMMD ini. Ternyata, bukan hanya masalah pembangunan fisik, tetapi juga memupuk rasa kebersamaan antara TNI dan warga. Momen ini sangat menyenangkan, semoga sinergi ini terus ada,” ujarnya dengan senyum lebar.

Kehadiran Satgas TMMD ke-129 di tengah masyarakat Desa Kesongo menunjukkan bahwa pertautan antara TNI dan rakyat dapat terjalin melalui kepedulian yang tulus dan konsisten. Pembangunan desa yang sesungguhnya tidak hanya dilakukan dengan alat berat, tetapi juga melibatkan kedekatan emosional, dialog yang hangat, serta jalinan persaudaraan yang penuh kasih.