LAMONGAN — Di bawah terik matahari dan suara bising mesin pengaduk semen, sebuah momen hangat kerap terlihat di lokasi proyek jalan rabat beton. Seorang bocah bernama Zio, yang masih belia, berdiri tegap di tepi jalan, dengan mata mengawasi para prajurit TNI yang tengah bekerja keras membangun infrastruktur demi desanya.
Bagi Zio, kehadiran prajurit dalam program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-129 Kodim 0812/Lamongan ini lebih dari sekadar pembangunan fisik. Dengan tatapan penuh kekaguman, ia melihat anggota TNI berseragam loreng sebagai pahlawan sejati yang ingin ia tiru di masa depan.
Setiap hari, Zio dengan semangat menyaksikan proses pengecoran, jalan yang kelak menjadi penghubung antara cita-citanya dan masa depan yang diimpikannya. “Sejak kecil, Zio sudah memandang tinggi profesi tentara. Melihat para TNI bekerja, matanya selalu berbinar. Ia bercita-cita menjadi prajurit yang melindungi negeri ini,” ungkap salah satu warga yang sering menemaninya.
Keberadaan Zio berhasil menarik perhatian para prajurit Satgas TMMD ke-129 Kodim 0812/Lamongan. Ketika mengangkut material dan meratakan semen, para tentara tak ragu untuk menyapa dan memberikan semangat kepada Zio. Moment-moment kecil seperti senyuman, salam hangat, dan usapan di kepala Zio dari mereka menjadi kenangan berharga yang semakin meneguhkan impian bocah itu.
Dansatgas TMMD ke-129 Kodim 0812/Lamongan, Letkol Inf Deni Suryo Anggo Digdo, menyatakan bahwa semangat anak-anak seperti Zio memberikan dorongan ekstra bagi para prajurit di lapangan. “Kelelahan kami saat mengangkut material seolah hilang ketika melihat harapan di mata anak-anak, terutama Zio. Pembangunan rabat beton ini bukan hanya soal infrastruktur, tetapi juga tentang mengembangkan harapan dan menanamkan nasionalisme sejak dini,” tuturnya.
Dengan program TMMD ke-129, Kodim 0812/Lamongan menunjukkan bahwa kolaborasi antara TNI dan masyarakat bukanlah sekadar fisik, tetapi juga melibatkan hubungan kemanusiaan yang mampu menginspirasi generasi masa depan. Kini, setiap cuplikan jalan beton yang mengering tersebut akan menjadi saksi perjalanan Zio menuju cita-citanya sebagai seorang prajurit TNI di masa depan.
