DESA TLEMANG – Momen perpisahan antara Satgas TMMD ke-129 dan masyarakat Desa Tlemang dipenuhi dengan emosi yang dalam. Mak Minah, yang telah menjadi tempat berlindung enam anggota tim satgas tersebut, tidak dapat menahan rasa harunya saat menerima sebuah cenderamata berupa seperangkat alat salat dari para prajurit yang telah tinggal bersamanya.
Cenderamata ini menjadi simbol kenangan serta ungkapan rasa terima kasih atas perhatian dan cinta yang telah diberikan Mak Minah kepada mereka selama menjalankan tugas TMMD di rumahnya. Penghargaan ini menandai ikatan kuat yang terbangun selama misi berlangsung antara prajurit dan keluarga angkat mereka.
Dengan penuh haru, Mak Minah menerima hadiah tersebut sambil memanjatkan doa untuk kesehatan, perlindungan, dan kesuksesan seluruh anggota Satgas dalam pengabdian mereka kepada tanah air. “Saya tidak menduga akan mendapatkan hadiah semacam ini. Mereka telah saya anggap seperti anak sendiri, sangat sopan dan selalu membantu. Saya akan terus menggunakan alat salat ini dan mendoakan mereka dalam setiap salat,” ucapnya dengan suara bergetar.
Kedekatan emosional yang terbentuk selama proses TMMD menjadi bukti bahwa program ini tidak hanya menciptakan pembangunan fisik, tetapi juga menguatkan rasa persaudaraan di dalam komunitas. Lettu Czi Jamil, Komandan Kompi Satgas TMMD 129, mengungkapkan bahwa cerita ini mencerminkan nyata hubungan harmonis antara TNI dan masyarakat yang tumbuh melalui kepedulian dan saling menghormati.
