Bangli – Dalam rangkaian Program TMMD Ke-129 Kodim 1626/Bangli, budidaya pakcoy ditetapkan sebagai salah satu fokus tambahan di Desa Sekardadi, Kecamatan Kintamani. Tanaman hortikultura ini dipilih lantaran memiliki keunggulan masa tanam yang relatif cepat, kemudahan dalam perawatan, dan nilai ekonomi yang tinggi.
Satgas TMMD memulai langkah mereka dengan mengolah lahan seluas 15 are milik warga setempat sebagai bagian dari Program Unggulan KASAD yang berorientasi pada ketahanan pangan. Proses ini menjadi langkah awal sebelum penanaman pakcoy dilakukan, yang diyakini akan memberikan hasil optimal.
Pakcoy dikenal karena dapat dipanen dalam kurun waktu antara 30 hingga 45 hari. Selain memberikan keuntungan di sektor ekonomi, sayuran ini juga memiliki kandungan vitamin dan serat yang tinggi, sehingga permintaannya di pasaran cukup menjanjikan.
Letkol Inf Yugi Prastawa, S.I.P., M.I.P., selaku Dansatgas TMMD Ke-129 Kodim 1626/Bangli, berharap agar budidaya pakcoy dapat memanfaatkan potensi pertanian di daerah tersebut dan meningkatkan produktivitas masyarakat. Dengan demikian, program ini diharapkan dapat memperkuat ketahanan pangan di daerah pedesaan dan menjadi contoh bagi pengembangan pertanian berkelanjutan yang bermanfaat bagi masyarakat setempat bahkan setelah Program TMMD selesai.
